Meningkatkan Motivasi Siswa Untuk Belajar Forex


MAKALAH Belajar DAN PEMBELAJARAN. MOTIVASI DALAM Belajar MOTIVASI DALAM Belajar Perilaku Belajar dilakukan pebelajar Oleh si. Pada Diri si pebelajar terdapat kekuatan Belajar penggerak mentale. Kekuatan mentale yang berupa keinginan, notare, i kemauan atau cita-cita disebut motivasi Belajar. Komponen Utama motivasi tersebut Adalah kebutuhan, dorongan, dan tujuan si pebelajar. Motivasi Belajar sangat penting dipahami Oleh Siswa maupun guru. Penguatan motivasi-motivasi Belajar berada di tangan para gurupendidik dan Anggota Masyarakat lain. Guru sebagai pendidik bertugas memperkuat motivasi Belajar Selama minimo 9 tahun pada USIA wajib Belajar. Orang Tua bertugas memperkuat motivasi Belajar sepanjang Hayat. Ulama sebagai pendidik Juga bertugas memperkuat motivasi Belajar sepanjang Hayat. Perilaku Belajar yang mengandung motivasi Belajar yang dikelola Oleh guru Dan dihayati Oleh Siswa, sebagai berikut. Guru Adalah pendidik yang berperan Dalam rekayasa pendagogis. Ia menyusun desain pembelajaran, dan dilaksanakan Dalam prose Belajar mengajar. Guru bertindak Siswa membelajarkan yang memiliki motivasi intrinsik. Siswa Adalah pembelajar yang berkepentingan Dalam menghayati Belajar. Ada Siswa yang Telah berkeinginan memperoleh pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan sejak Kecil. Siswa tersebut memiliki motivasi intrinsik. Siswa di Più Baru memiliki keinginan memperoleh pengalaman, keterampilan dan pengetahuan Berkat Teman sebayanya. Mereka ini memiliki motivasi ekstrinsik. Dalam prose Belajar mengajar, guru melakukan tindakan mendidik seperti memberi hadiah, memuji, menegur, menghukum, atau memberi nasihat. guru Tindakan tersebut berarti menguatkan motivasi intrinseca guru tindakan tersebut Juga berarti mendorong Siswa untuk Belajar, Suatu penguatan motivasi ekstrinsik. Siswa tertarik Belajar Karena ingin MEMP-eroleh hadiah atau menghindari hukuman. Dalam hal ini Siswa 8216menghayati8217 motivasi intrinsik atau motivasi ekstrinsik, dan bertambah bersemangat untuk Belajar. Sesuai dengan tugas perkembangan maka Siswa dapat Bangkit untuk menjadi beremansipasi Mandiri. Emansipasi Mandiri tersebut berlangsung Hayat sepanjang sesuai dengan Tingkat pertumbuhan Dalam memenuhi kebutuhan Pribadi. Dengan Belajar yang bermotivasi Siswa memperoleh Hasil Belajar. Hasil Belajar dapat dikategorikan. un. Hasil Belajar sementara b. Hasil Belajar bagian c. Hasil Belajar tak lengkap, atau d. Hasil Belajar lengkap. Dampak pengajaran Adalah Hasil Belajar yang dapat Segera diukur, Yang terwujud Dalam Nilai rapor, Nilai ijazah, atau transkip IP. Sebagian rekayasa besar pendagogis guru terwujud sebagai dampak pengajaran. Dampak pengiring Adalah untuk Kerja Siswa setelah mereka Lulus ujian ATU merupakan trasferimento Hasil Belajar di Sekolah. Munculnya dampak pengiring bila lulusan Sekolah meenghadapi masalah. Dampak pengiring terletak Dalam kepentingan Siswa sendiri. Dari Segi tugas perkembangan jiwa maka dampak pengiring merupakan unjuk Kerja tugas perkembangan untuk mencapai aktualisasi diri Secara Penuh. Dampak pengiring merupakan sarana untuk sarana melakukan emansipasi kemandirian Bagi Siswa. Setelah Siswa Lelli Sekolah, sekurang-kurangnya selsesai wajib Belajar 9 tahun, Maka diharapkan mengembangkan diri Lebih lanjut. Lulusan Sekolah dapat programma membuat Belajar sepanjang Hayat, lewat Jalur Sekolah atau Luar Sekolah. Dengan memrogram Belajar sendiri Secara berkesinambunngan maka ia memperoleh Hasil Belajar atas tanggung Jawab Diri sendiri. Ditinjau dari Segi Siswa, Maka emansipasi kemandirian berupa rangkaina programma Belajar sepanjang Hayat. Programma Belajar di Luar rekayasa pendagogis guru Adalah Suatu rangkain dampak pengiring berupa programma dan Hasil Belajar sepanjang Hayat. Dalam hal ini cantato Siswa Telah mampu memperkuat motivasi belajarnya sendiri Karena kebutuhan aktualisasi Diri. (Schein 1991: 101-106 Koeswara, 1989 monaci, 1989 Joyce amp Weil, 1980 Winkel, 1991:. 144-187) Bagan. Motivasi Belajar Dalam Kerangka Rekayasa Pedagogis Guru dan Emansipasi Kemandirian Siswa Sepanjang Hayat 1. Unsur-Unsur yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Motivasi Belajar ada di Dalam Diri Siswa. Dalam kerangka Pendidikan formale, motivasi Belajar ada Dalam Jaringan rekayasa pendagogis guru yaitu dengan tindakan pembuatan persiapan Belajar, pelaksanaan Belajar-mengajar, Maka guru menguatkan motivasi Belajar Siswa. Visualizzati di recente dari Segi emansipasi Siswa kemandirian, motivasi Belajar Semakin meningkat pada tercapainya Hasil Belajar. Motivasi Belajar merupakan Segi latihan yang mengalami perkembangan, artinya terpengaruh Oleh kondisi fisiologis dan kematangan psikologis Siswa. Hal-hal yang mempengaruhi motivasi Belajar pada Siswa diantaranya. un. Cita-cita atau aspirasi Siswa Motivasi Belajar Tampak pada keinginan Siswa. Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhkan kemauan bergiat, bahkan dikemudian hari menimbulkan cita-cita Dalam kehidupan. Timbulnya cita-cita dibarengi Oleh perkembangan Akal, morale, kemauan, bahasa, dan Nilai Nilai-kehidupan. Timbulnya cita-cita Juga dibarengi Oleh perkembangan kepribadian. Dari Segi emansipasi kemandirian, keinginan yang dapat terpuaskan memperbesar kemauan dan Semangat Belajar. Dari Segi pembelajaran, penguatan dengan hadiah atau Juga hukuman akan dapat mengubah keinginan menjadi kemauan, dan kemudian kemauan menjadi cita-cita. Oleh sebab ITU, cita-cita Akan memperkuat Semangat Belajar dan mengarahkan perilaku Belajar sehingga akan mewujudkan aktualisasi Diri. b. Kemampuan Siswa Keinginan seorang Anak Perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa kemampuan akan memperkuat motivasi Anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan. c. Kondisi Siswa Kondisi Siswa yang meliputi jasmani dan Rohani mempengaruhi motivasi Belajar. Seorang Siswa yang Sedang sakit, lapar, atau Marah-Marah Akan mengganggu perhatian Belajar. Sebaliknya, seorang Siswa yang Sehat, kenyang, dan Gembira akan Mudah menguatkan perhatian. Dengan kata lain, kondisi jasmani dan Rohani Siswa berpengaruh pada motivasi Belajar. d. Kondisi Lingkungan Siswa Lingkungan Siswa dapat berupa keadaan Alam, Lingkungan Tempat tinggal, sebaya pergaulan, dan kehidupan kemasyarakatan. Sebagai Anggota Masyarakat maka Siswa dapat terpengaruh Oleh Lingkungan sekitar. Alam Bencan, Tempat tinggal yang kumuh, ancaman rekan yang Nakal, antarsiswa perkelahian, Akan mengganggu kesungguhan Belajar. Oleh sebab itu, kondisi Lingkungan yang Sehat, Hidup kerukunan, ketertiban pergaulan Perlu dipertinggi mutunya. Dengan Lingkungan yang aman, tenteram, tertib, dan Indah, Maka Semangat dan motivasi Belajar Mudah diperkuat. e. Unsur-Unsur Dinamis Dalam Belajar dan Pembelajaran Siswa memiliki perasaan, notare, i kemauan, ingatan, dan pikiran Yang mengalami perubahan Berkat pengalaman Hidup. Pengalaman dengan Teman sebayanya berpengaruh pada motivasi dan perilaku belajar. Lingkungan Siswa yang berupa Lingkungan Alam, Lingkungan Tempat tinggal, dan juga pergaulan mengalami perubahan. Lingkungan Budaya Siswa yang berupa Surat Kabar, majalah, radio, televise, film di Dan Semakin menjangkau Siswa. Col respiratore Lingkungan tersebut mendinamiskan motivasi belajarOleh sebab ITU, professionale guru diharapkan mampu memanfaatkan semua ITU agar tercipta kondisi Dinamis yang Bagus Bagi pembelajaran. f. Upaya Guru Dalam Membelajarkan Siswa Guru Adalah pendidk yang berkembang. Sebagai pendidik, partisipasi dan teladan perilaku yang baik merupakan salah Satu upaya membelajarkan Siswa. Upaya guru membelajarkan Siswa terjadi di Sekolah dan di Luar Sekolah. Upaya pembelajaran di Sekolah meliputi hal-hal berikut. Menyelenggarakan tertib Belajar di Sekolah Membina Disiplin Belajar Dalam TIAP kesempatan Membina Belajar tetib pergaulan Membina Belajar tetib Lingkungan Sekolah. Disamping itu, upaya pembelajaran Secara individuale TIAP guru menghadapi Anak didiknya meliputi. Pemahaman tentang Diri Siswa Dalam Rangka kewajiban tertib Belajar Pemanfaatan penguatan berupa hadiah, Kritik, hukuman Secara tepat guna Mendidik cinta Belajar. Upaya pembelajaran guru di Sekolah Tidak terlepas dari kegiatan Luar Sekolah. Pusat Pendidikan Luar Sekolah yang penting Keluarga Adalah, Lembaga Agama, Pramuka, dan Pusat Pendidikan Pemuda lainnya. Guru professionale dituntut menjalin Kerja sama dengan pendagogis Pusat-Pusat Pendidikan tersebut. 2. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar a. Tenaga Pengajar (Guru) Motivasi mempunyai Nilai Dalam pengajaran, Adalah menjadi tanggung Jawab guru agar pengajaran yang diberikannya berhasil dengan Baik. Keberhasilan ini banyak bergantung pada Usaha guru untuk dapat membangkitkan motivasi pada siswanya untuk Belajar. Dalam Garis besarnya motivasi mengandung Nilai Nilai-sebagai berikut: Motivasi menentukan Tingkat berhasii atau kegagalan perbuatan Belajar Siswa. Belajar Tanpa motivasi kiranya Sulit untuk berhasil. Pengajar yang bermotivasi pada hakikatnya Adalah pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, dorongan, motivo, minat Yang dimiliki Oleh Siswa. Pengajaran yang bermotivasi membentukaktivitasdan imaginitas pada gomma untuk berusaha Secara sungguh-sungguh mencari cara-cara yang sesuai dan guna serasi membangkitkan dan memelihara motivasi Belajar Siswa. Guru senantiasa berusaha agar Siswa-Siswa pada akhirnya memiliki auto motivasi dan yang Baik. Berhasil Atau Tidak berhasilnya Dalam membangkitkan penggunaan motivasi Dalam pengajaran sangat erat hubungan dengan aturan Disiplin Dalam kelas. Ketidakberhasilan Dalam hai ini mengakibatkan timbulnya masalah Disiplin Dalam kelas. Azas motivasi menjadi salah Satu bagian yang dari integrali ASAS-ASAS mengajar. Penggunaan motivasi Dalam mengajar Bukan saja melengkapi prosedur mengajar, tetapi Juga menjadi Faktor yang menentukan pengajaran yang efektif. Demikian pengajaran ASAS motivasi Adalah sangat penting Dalam prose Belajar dan mengajar. Dalam Rangka mendorong motivasi Siswa untuk Belajar di Sekolah yang menganut pandangan demokratis, dengan menciptakan Belajar dikemukakan Oleh Keneth M. Mover Adalah: 1) Pujian. Karena Pujian mempunyai nilai besar bagi Siswa untuk Belajar. 2) Manfaat minat Yang Telah dimiliki Siswa yang bersifat ekonomis. 3) Kegiatan-kegiatan yang merangsang Siswa minat. Guru merangsang minat disesuaikan dengan kondisi Siswa. 4) Rasa CEMAS Yang besar menimbulkan kesulitan Belajar Bagi Siswa. 5) Tugas terlalu Sukar dan bantuan Tidak ada maka akan menjadikan Siswa menjadi frustrasi. 6) Tekanan Kelompok Siswa biasanya bersifat pasif Dalam Kelompok hal ini tidak baik Dalam hubungan Antara Anggota Kelompok. 7) Kreativitas Siswa Yang erat besar kaitannya dengan motivasi Belajar Bagi Siswa. Setiap pihak yang terlibat Dalam aktivitas persekolahan Harus berusaha memperhatikan dan mencari Cara menumbuhkan Untuk, menjaga, Serta mengarahkan motivasi tersebut agar peserta Didik dapat meraih prestasi ottimale. Riccardo I Arends Dalam bukunya Imparare a insegnare menyarankan Hal beberapa yang dapat dilakukan untuk memotivasi para peserta Didik, Antara lain: 1) Sikap percaya guru pada kemampuan Siswa Banyak hal yang mempengaruhi Siswa yang dibawanya ke Sekolah seperti kepribadiannya, pengalaman masa lalunya, kehidupan di rumah , DSB. Faktor-Faktor ini memang dapat mempengaruhi seberapa keras mereka berupaya di Sekolah. Namun demikian, Faktor-Faktor tersebut Tidak banyak dapat diubah Oleh para guru. Hal palizzata penting yang dapat guru dilakukan sepenuhnya Adalah perilaku dan kepercayaan guru ITU sendiri terhadap peserta Didik. Meyakini bahwa setiap peserta Didik dapat Belajar dan karenanya memiliki potensi untuk berkembang Secara Maksimal dapat mempengaruhi pola pendekatan pembelajaran guru di Sekolah menjadi Lebih telaten dan promotif. Sehingga, menimbulkan kepercayaan diri Siswa dan keyakinan bahwa mereka dapat mengatasi permasalahan-permasalahan pembelajaran yang mereka hadapi. 2) Menciptakan situasi Belajar yang Positif Menciptakan Lingkungan Belajar yang menyenangkan, aman, dan Nyaman, penting untuk dapat memotivasi Siswa. 3) Membangun perhatian dan Nilai-nilai intrinsik Siswa Membangun perhatian dan motivasi intrinseca peserta Didik merupakan hal yang penting. Beberapa hal yang dapat membangun minat dan keingin tahuan para Siswa yaitu. - Hubungkan Pelajaran dengan kehidupan sehari-hari Siswa - Gunakan nama Siswa Dalam memberi ilustrasi yang Positif - Sajikan materi Pelajaran Dalam bentuk cerita Secara bersemangat. Misalnya. Ketika kalian memesan frullato (sebut Merek terkenal tertentu) kalian kesukaan, Maka dia Tidak akan mencair meskipun kalian panaskan di Dalam forno. Hal ITU disebabkan Oleh Bahan pengemulsi yang terbuat dari Ganggang yang Sedang Kita pelajari ini. - Selain ITU penggunaan permainan, simulasi, perjalanan edukatif, pembicara Valutazione di dapat memotivasi Siswa untuk terlibat Secara Aktif Dalam prose pembelajaran di Sekolah. 4) Mengatur Tingkat Kesulitan Tugas Tugas-tugas yang terlalu Mudah Hanya menuntut sedikit upaya dan tidak menghasilkan keinginan untuk Sukses sehingga otomatis Tidak pregiudizi memotivasi. Demikian pula tugas yang terlalu Sulit dikerjakan seberapa gioco di parole besar upaya mereka Juga Tidak memotivasi bahkan mungkin menimbulkan frustasi. Oleh Karena itu Tingkat kesulitan tugas-tugas yang diberikan Harus proporsional. 5) Memanfaatkan balikan (feedback) Commenti mengenai Performa yang dapat baik menumbuhkan motivasi intrinsik. Sebaliknya, feedback terkait performa yang kurang baik dapat menjadi masukan yang berguna bagi peserta Didik untuk dapat memperbaikinya Asal memang Benar-Benar ditindak lanjuti. Oleh Karena itu, soal-soal evaluasi yang Telah diberikan sebaiknya dibahas kembali sehingga peserta Didik mengetahui kegagalan mereka Dalam menyelesaikan beberapa soal tersebut. 6) Memperhatikan kebutuhan Siswa Secara Umum kebutuhan Siswa akan determinasi diri yaitu kemampuan untuk menentukan pilihan-pilihan Akan terpenuhi ketika mereka MERASA diberi hak untuk memberi pernyataan mengenai Lingkungan kelas mereka dan tugas-tugas Belajar mereka. 7) Fasilitasi pembentukan Kelompok dan kohesi Kelompok Membangun Sebuah Lingkungan kelas yang dapat Positif memotivasi Siswa untuk meraih prestasi. Hal ini menuntut perhatian terhadap kebutuhan Sosial dan emosional Siswa di samping kebutuhan Akademik mereka. Bekerja bersaglio Dalam Kelompok dengan yang terukur dan kompetitif dapat menjadi pendorong Semangat Siswa Dalam menunaikan tugas-tugas Belajar mereka. Demikianlah beberapa hal yang dapat menumbuhkan dan menjaga motivasi Siswa Dalam Belajar. Tentu di samping ITU Masih banyak hal yang dapat memotivasi para Siswa. Yang terpenting dari itu semua Adalah bagaimana tindak laku dan titah tutur para guru, karyawan, dan pimpinan Sekolah terhadap Siswa bersifat positif dan membangun kepercayaan diri Siswa Bukan Malah merendahkan kepercayaan Diri mereka. Guru di Sekolah menghadapi banyak Siswa dengan bermacam-macam motivasi Belajar. guru Peran Disini cukup banyak untuk meningkatkan Belajar. Upaya-upaya meningkatkan motivasi Belajar Siswa diantaranya sebagai berikut. 1) Optimalisasi Penerapan Prinsip Belajar Upaya pembelajaran terkait dengan beberapa prinsip Belajar antar Lain. Belajar menjadi bermakna bila Siswa memahami tujuan Belajar. Oleh Karena itu, guru Perlu menjelaskan tujuan Belajar Secara hierarkis. Belajar menjadi bermakna bila Siswa dihadapkan pada pemecahan yang menantangnya. Oleh Karena itu, peletakan urutan masalah yang menantang Harus disusun guru dengan Baik. Belajar menjadi bermakna bila guru mampu memusatkan Segala kemampuan Siswa mentale programma Dalam kegiatan tertentu. Oleh Karena itu, disamping mengajarkan Bahan Secara terpisah-pisah, guru sebaiknya membuat pembelajaran Dalam pengajaran unità atau proyek. Sesuai dengan perkembangan Jiwa Siswa, Maka kebutuhan Bahan-bahanbelajar Siswa Semakin bertambah. Oleh Karena itu, guru Perlu mengatur Bahan dari yang palizzata Sederhana sampai menantang. Belajar menjadi menantang bila Siswa memahami prinsip di visitatori dan faedah nilai belajarnya bagi kehidupan dikemudian Hari. Oleh Karena itu, guru PerlU criteri memberitahukan keberhasilan atau kegagalan Belajar. 2) Optimalisasi Unsur Dinamis Belajar dan Pembelajaran Guru dapat mengupayakan optimalisasi Dinamis Unsur-Unsur yang ada di Dalam diri Siswa dan yang ada di Lingkungan Siswa dengan cara sebagai berikut. a) Pemberian kesempatan pada Siswa untuk mengungkapkan hambatan Belajar yang dialaminya b) Memelihara minat, kemauan, dan Semangat belajarnya sehingga terwujud tindak Belajar, guru 8220tetap Secara Terus-menerus8221 mendorong c) Meminta kesempatan pada orang Tua Siswa atau wali, agar membro kesempatan kepada Siswa untuk beraktualisasi Diri Dalam Belajar d) Memanfaatkan Unsur-Unsur Lingkungan yang mendorong Belajar, misalnya surat Kabar, dan tayangan teletrasmettere yang mengganggu pemusatan perhatian Belajar agar dicegah e) Menggunakan waktu Secara tertib, penguat dan Suasana Gembira terpusat pada perilaku Belajar f) Guru merangsang Siswa dengan penguatan membro rasa percaya diri bahwa ia dapat mengatasi Segal hambatan dan 8220pasti berhasil8221. 3) Optimalisasi Pemanfaatan Pengalaman dan Kemampuan Siswa Guru Adalah penggerak perjalanan Belajar Bagi Siswa. Sebagai penggerak, Maka guru Perlu memahami dan mencatat kesukaran-kesukaran Siswa. Guru wajib menggunakan pengalaman Belajar dan kemampuan Siswa Dalam mengelola Siswa Belajar. Upaya optimalisasi pemanfaatan pengalaman Siswa tersebut dapat dilakukan sebagai berikut. a) Siswa ditugasi membaca Bahan Belajar sebelumnya b) Guru mempelajari hal-hal yang Sukar bagi Siswa c) Guru memecahkan hal-hal yang snukar, dengan mencari 8220cara memecahkan8221. d) Guru mengajarkan 8220cara memecahkan8221 dan mendidikan keberanian mengatasi kesukaran. e) Guru mengajak Serta Siswa mengalami dan mengatasi kesukaran. f) Guru memberi kesempatan kepada Siswa yang mampu memecahkan masalah untuk membantu rekan-rekannya yang mengalami kesukaran. g) Guru memberi penguatan kepada Siswa yang berhasil mengatasi kesukaran belajarnya sendiri. h) Guru menghargai pengalaman dan kemampuan Siswa agar Belajar Secara Mandiri. 4) Pengembangan Cita-cita dan Aspirasi Belajar Guru Adalah pendidik Anak Bangsa. Ia berpeluang merekayasa dan mendidikkan cita-cita Bangsa. Upaya mendidikkan dan mengembangkan cita-cita Belajar DAPT dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya. a) Guru menciptakan Suasana Belajar yang menggembirakan b) Guru mengikutsertakan semua Siswa untuk memelihara fasilitas Belajar c) Guru mengajak Serta Siswa untuk membuat perlombaan untuk Belajar d) Guru mengajak Serta orang Tua Siswa untuk memperlengkap fasilitas Belajar e) Guru memberanikan Siswa keinginan-keinginannya dan mencatat keinginan yang tercapai dan tidak tercapai f) Guru bekerja sama dengan Pendidikan rimasto seperti orang Tua, ulama, dan yang lainnya untuk mendidikkan dan mengembangkan cita-cita Belajar sepanjang Hayat. Dalam Rangka pengembangan cita-cita Belajar tersebut, guru Dan pendidik rimasto dapat membuat programma-programma Belajar. Programma programma yang dapat dilakukan Antara rimasto. g) Programma Lomba Baca yang di selenggarakan untuk menyambut hari kemerdekaan h) Programma Lomba Karya tulis ilmiah, Seni Rupa, kerajinan, unjuk kreatifitas seni, Dan sebagainya i) Programma Belajar kebaktian Sosial bagi Siswa dan Karang Taruna. b. Peserta Didik (Calon Guru) Melihat pentingnya guru Dalam pengajaran dan menumbuhkan motivasi, sehingga motivasi Belajar gioco di parole Perlu ditingkatkan untuk peserta Didik, terutama para calon guru sebagai berikut. 1) immagine gambar atau Segi Belajar Visualisasikan Carilah yang berhubungan dengan tujuan atau cita-cita Kita, misalnya berupa barang, atau Tempat Wisata yang ingin dikunjungi. Letakkan ditempat yang Sering terlihat, agar setiap kali melihatnya membuat kita termotivasi untuk berusaha Lebih giat. Belajar apapun Pengertian Belajar di Sini dipahami Secara luas, baik non formale maupun formale. Kita Bisa Belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, Belajar menulis, pellicola membuat, berwirausaha berlajar, dan lain lain-lainnya. Kembangkan Terus Tujuan Belajar Angan pernah terpaku pada Satu tujuan yang Sederhana. Tujuan Belajar yang terlalu Sederhana membuat anda Tidak memiliki kekuatan Lebih. Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan Tantangan yang Lebih Besar, untuk mengerahkan kekuatan eun Yang sebenarnya. Segera Kerjakan Pada Saat kita MERASA ingin melakukan sesuatu yang akan mempercepat prose pencapaian tujuan, lakukanlah Segera. Jangan menundanya, seringkali kita menunda hal-hal yang seharusnya dilakukan. Entah ITU dengan Alasan Karena MERASA Tidak mampu melakukannya atau Karena Alasan rimasto yang Tidak seharusnya. Mulailah dengan Rasa Senang Jangan pernah MERASA terbebani dengan tujuan Belajar anda. Coba nikmati prose Belajar dan Jalan yang anda tempuh. Jika sejak Awal anda Sudah MERASA 8216tidak suka8217 rasanya motivasi Hidup Tidak akan pernah anda Miliki. Buatlah Aturan Harus diakui terkadang kita Juga MERASA malas dan Bosan, hingga melewatkan Satu hari berlalu Tanpa ada Kemajuan. Tapi Jangan biarkan ini Terus terjadi, Satu hari Kita malas maka besoknyapun kita Masih mala untuk melakukannya. Buatlah aturan untuk Tidak melewatkannya Lebih dari 1 hari, cukup Satu hari yang Tersia-SIA. Berlatih Dengan Keras Tidak Bisa Tidak, eun Harus berlatih Terus bila ingin mendapatkan Hasil terbaik. Pada dasarnya Tidak ada yang dapat Tidak anda raih jika anda Terus berusaha keras. Semakin giat berlatih Semakin Mudah Pula mengatasi setiap kesulitan. Cari Inspirasi Setiap Hari Inspirasi merupakan motivatore terbaik, dan Inspirasi Bisa ditemukan dimana Saja. Carilah Inspirasi setiap hari, Inspirasi Bisa berasal Dari. blog, cerita suksess, forum, Buku, majalah, Corano, televisi, radio dan. Beri Dirimu Penghargaan Bukan Hanya untuk tercapainya tujuan jangka panjng, seperti pada punto 9 yaitu memecahnya menjadi beberapa jangka Pendek. Untuk setiap tercapainya tujuan jangka Pendek berilah dirimu penghargaan yang sesuai, TAPI juga Jangan berlebihan. Catatan Harian Catatan Harian Bisa menjadi motivatore yang Sangat berharga. Catat Bukan Hanya keberhasilan atau APA yang Telah dilakukan, TAPI catat Juga pemikiran, perasaan, dan kesalahan apa yang Telah dilakukan. Ini motivasi meningkatkan akan. Membuat Grafik Perkembangan Dengan mencatat setiap perkembangan Bukan Hanya membuat kita akan mendapatkan Informasi dari prose yang Telah berjalan Namun Juga membantu kita untuk Terus termotivasi mencapai tujuan. Bersabar Kata ini terlalu Sering didengar, Mudah mengatakannya Namun Sulit untuk melakukannya. Terlebih Jika mempunyai tujuan Dalam jangka panjang, Namun bersabar Adalah keharusan. Setiap sesuatu membutuhkan waktu, bila memang Sudah waktunya nanti kita Bisa merasakan nikmatnya kesuksessan. Berpikir Positif, Buang Yang Negatif Awasi pikiran, waspadalah terhadapnya. Sadar atau Tidak kita Selalu berbicara pada diri sendiri, Namun Kita Tidak Selalu SIAP menghadapi pikiran Buruk kita sendiri. Buanglah Jauh Dan gantilah pikiran Buruk dengan pikiran yang Baik, pikiran baik Bisa menjadi kekuatan yang dahsyat. 2) Segi Guru Dan Teman Cari Guru atau Pembimbing Ini akan memberi Kita motivasi, setidaknya untuk spettacolo atau menunjukan keberhasilan yang Telah dicapai. Dan memberi motivasi untuk melakukan sesuatu yang Telah diajarkan. Mungkin ini cara yang Mahal untuk mencari motivasi, cari TAPI ini terbukti Bisa berhasil. Bergaullah dengan Orang Orang-yang Senang Belajar Bergaul dengan orang-orang yang senang Belajar dan berprestasi, Akan membuat Kita gioco di parole Gemar Belajar. Selain itu, Coba Cari Komunitas orang yang Atau mempunyai kebiasaan Baik Dalam Belajar. Ikut Komunitas linea atau Offline Kita Bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan Kumpulan orang-orang yang Senang Belajar. Salah satu Milis dapat menjadi Ajang Kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi Diri. Kita dapat bertemu dan bertukar Informasi membantu Kita untuk termotivasi, mendengar cerita Sukses atau Belajar dari kegagalan dari orang rimasto. Bergaulah dengan Orang Orang-yang Optimis dan Selalu Berpikiran Positif Di Dunia ini, orang ada yang Selalu terlihat OPTIMIS Meski masalah merudung. Kita Akan tertular Semangat, gairah, dan rasa OPTIMIS jika Sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada Dalam Komunitas seperti ITU, sebaliknya dan. Teman Berkompetisi Carilah yang bersahabat dan mau berkompetisi dengan sportif. Partner atau Teman Bisa Juga menjadi pesaing Dalam arti yang Positif, pastikan untuk bersaing Secara Positif. Motivasi Belajar merupakan Segi latihan yang mengalami perkembangan, artinya terpengaruh Oleh kondisi fisiologis dan kematangan psikologis Siswa. Hal-hal yang mempengaruhi motivasi Belajar pada Siswa diantaranya cita-cita atau aspirasi Siswa, kemampuan Siswa, kondisi Siswa, kondisi Lingkungan Siswa, Unsur-Unsur Dinamis Dalam Belajar dan dan pembelajaran upaya guru Dalam membelajarkan Siswa. Upaya meningkatkan motivasi Belajar meliputi bagi Tenaga pengajar dan peserta Didik yang akan menjadi guru nantinya. Bagi Tenaga pengajar atau guru upaya-upaya yang dapat diantaranya dilakukan, mengoptimalisasikan penerapan prinsip Belajar, Unsur Dinamis Belajar dan pembelajaran, pemanfaatan pengalaman dan kemampuan Siswa, dan pengembangan cita-cita dan aspirasi Belajar. Sedangkan Bagi peserta Didik, upaya-upaya yang dapat dilakukan terdiri dari Segi Belajar, seperti Pelajaran Materi mevisualkan, Belajar apapun, dan Selalu mengembangkan tujuan Belajar. Dari Segi guru Dan Teman, seperti mencari guru socchiusa dan bergaul dengan orang-orang yang memiliki Semangat Positif. Mudjiono amp Dimyati. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. pakdesofa. blog. plasaarchives50 mitrapulsamotivasibelajar. html blog. persimpanganblog20070815faktor-Faktor-yang-menurunkan-motivasi-Belajar-peserta-didikmore-316 bruderfic. or heruexa. blogspot200906pentingnya-motivasi-Dalam-belajar. html massofa. wordpress20080729fungsi-motivasi-Dalam-Belajar. idh-129peran-guru-Dalam-membangkitkan-motivasi-Belajar-siswa. html wangmuba20090218motivasi-Dalam-prose-Belajar sutisnapendidikanstrategi-Belajar-mengajarteori-teori-motivasi-dan-strategi-meningkatkan-motivasi-Dalam-Belajar nurulfikri. sch. idindex. phpoptioncomcontentampviewarticleampid22: motivasi-Dalam-Belajar anneahiramotivasiindex. htmProses pembelajaran akan berhasil manakala Siswa mempunyai motivasi Dalam Belajar. Oleh Karena itu, guru Perlu menumbuhkan motivasi Belajar Siswa. Untuk memperoleh Hasil Belajar yang ottimale, guru dituntut Kreatif membangkitkan motivasi Belajar Siswa. Berikut ini dikemukakan beberapa petunjuk untuk meningkatkan motivasi Belajar Siswa. un. Memperjelas tujuan yang Ingin dicapai. Tujuan yang dapat Jelas membuat Siswa paham kearah mana ia ingin dibawa. Pemahaman Siswa terhadap tujuan pembelajaran dapat menumbuhkan minat Siswa untuk Belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi Belajar mereka. Semakin Jelas tujuan yang Ingin dicapai, Maka akan Semakin kuat motivasi nbelajar Siswa (Sanjaya, 2009: 29). Oleh sebab itu, sebelum prose pembelajaran dimulai hendaknya guru menjelaskan terlebih dahulu tujuan yang Ingin dicapai. b. Membangkitkan minat Siswa Siswa akan terdorong untuk Belajar manakala mereka memiliki minat untuk Belajar. Oleh Karena itu, mengembangkan minat Belajar Siswa merupakan salah Satu Teknik Dalam mengembangkan motivasi Belajar (Sanjaya, 2009: 29). Salah satu cara yang Logis untuk momotivasi Siswa Dalam pembelajaran Adalah mengaitkan pengalaman Belajar dengan minat Siswa (Djiwandono, 2006: 365). Pengaitan pembelajaran dengan minat Siswa Adalah penting sangat, dan Karena itu tunjukkanlah bahwa pengetahuan yang dipelajari sangat ITU bermanfaat Bagi mereka. Demikian pula tujuan pembelajaran yang penting Adalah membangkitkan Hasrat ingin Tahu Siswa mengenai Pelajaran yang akan Datang, dan Karena itu pembelajaran akan mampu meningkatkan motivasi instrinsik Siswa untuk mempelajari materi pembelajaran yang guru Oleh disajikan (Anni, DKK 2006:. 186). c. Ciptakan Suasana yang menyenangkan Dalam Belajar Siswa Hanya mungkin dapat Belajar baik manakala ada yang Dalam Suasana menyenangkan, MERASA aman, bebas Dari Takut. Usahakan agar kelas selamanya Dalam Suasana hidup dan Segar, terbebas dari rasa tegang. Untuk ITU guru sekali-kali dapat melakukan hal-hal yang lucu. d. Mengguanakan variasi metode penyajian yang menarik Guru Harus mampu menyajikan Informasi dengan menarik, dan Asing Bagi Siswa-Siswa. Sesuatu Informasi yang disampaikan dengan Teknik yang Baru, dengan kemasan Yang Bagus didukung Oleh alat-alat berupa sarana atau mezzi yang Belum pernah dikenal Oleh Siswa sebelumnya sehingga menarik perhatian bagi mereka untuk Belajar (Yamin, 2009: 174). Dengan pembelajaran yang menarik, Maka akan membangitkan rasa uingin Tahu Siswa di Dalam kegiatan pembelajaran yang selanjutnya Siswa akan termotivasi Dalam pembelajaran. Motivasi instrinsik untuk Belajar sesuatu dapat ditingkatkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang menharik, dan juga penggunaan variasi metode pembelajaran. Misalnya, untuk membAngkitkan minat Belajar Siswa dapat dilakukan dengan cara pemutaran film, Valutazione di pembicara mengundang, demonstrasi, komputer, simulasi, permaianan Peran, radio Belajar melalui, Karya wiasata, dan lainnya (Anni, DKK 2006:.. 186-187 Hamalik 2009 : 168). e. Berilah Pujian yang wajar setiap keberhasilan Siswa Motivasi akan tumbuh manakala Siswa MERASA dihargai. Dalam pembelajaran, Pujian dapat dimanfaatkan sebagai alat motivasi. Karena Anak Didik Juga manusia, Maka dia juga Senang dipuji. Karena Pujian menimbulkan rasa PUA dan senang (Sanjaya, 2009: 30 Hamalik, 2009: 167). Namun begitu, Pujian Harus sesuai dengan Hasil Kerja Siswa. Jangan memuji Secara berlebihan Karena Akan terkesan dibuat-Buat. Pujian yang baik Adalah Pujian yang keluar dari hati seoarang guru Secara wajar dengan Maksud untuk memberikan penghargaan kepada Siswa atas jerih payahnya Dalam Belajar (Djamarah Dan Zain, 2006: 152). f. Berikan di visitatori Banyak Siswa yang Belajar Karena ingin memperoleh Bagus Nilai. Untuk ITU mereka Belajar dengan giat. Bagi sebagian Siswa nilai dapat menjadi motivasi yang Kuat untuk Belajar. Oleh Karena itu, di visitatori Harus dilakukan dengan Segera agar Siswa secepat mungkin mengetahui Hasil kerjanya. Di visitatori Harus dilakukan Secara objektif sesuai dengan kemampuan Siswa Masing-Masing (Sanjaya, 2009: 31). Di visitatori Secara Terus menerus akan mendorong Siswa Belajar, Oleh Karena setiap Anak memilki kecenderungan untuk memmperoleh Hasil yang Baik. Disamping itu, para Siswa Selalu mendapat Tantangan dan masalah yang Harus dihadapi dan dipecahkan, sehingga mendorongnya Belajar Lebih teliti dan seksama (Hamalik, 2009: 168). g. Berilah komentar terhadap Hasil pekerjaan Siswa Siswa butuh penghargaan. Penghargaan Bisa dilakukan dengan mmemberikan komentar yang Positif. Setelah Siswa selesai mengerjakan Suatu tugas, sebaiknya berikan komentar secepatnya, misalnya dengan memberikan tulisan 8220 bagus8221 atau 8220teruskan pekerjaanmu8221 dan lain sebagainya. Komentar yang dapat Positif meningkatkan motivasi Belajar Siswa (Sanjaya, 2009: 21). Penghargaan sangat efektif untuk memotivasi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas, baik tugas-tugas yang harus dikerjakan segera, maupun tugas-tugas yang berlangsung terus menerus (Prayitno, 1989:17). Sebaliknya pemberian celaan kurang menumbuhkan motivasi dalam belajar. Bahkan menimbulkan efek psikologis yang lebih jelek. h. Ciptakan persaingan dan kerjasama Persaingan yang sehat dapat menumbuhkan pengaruh yang baik untuk keberhasilan proses pemebelajaran siswa. Melalui persaingan siswa dimungkinkan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang terbaik (Sanjaya, 2009:31). Oleh sebab itu, guru harus mendesain pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bersaing baik antar kelompok maupun antar individu. Namun demikian, persaingan tidak selamanya menguntungkan, terutama untuk siswa yeng memang dirasakan tidak mampu untuk bersaing, oleh sebab itu pendekatan cooperative learning dapat dipertimbangkan untuk menciptakan persaingan antar kelompok. Selain persaingan antar siswa lebih banyak pengaruh buruknya daripada baiknya terhadap perkembangan kepribadian siswa. Persaingan antara diri sendiri dapat dialakukan dengan cara memeri kesempatan kepada siswa untuk mengenal kemajuan-kemajuan yang telah diucapai sebelumnya dan apa yang dapat dicapai pada pada waktu berikutnya (Prayitno, 1989:22-230). Misalnya guru membuat dan memberi tahu grafik kemajuan belajar siswa. Untuk mengembangkan motivasi belajar, guru harus berusaha membentuk kebiasaan siswanya agar secara berangsur-angsur dapat memusatkan perhatian lebih lama dan bekerja keras (Isjoni, 2008:162). Oleh karena itu, usaha dan perhatian guru yang besar lebih diperlukan untuk membimbing siswa-siswa yang memiliki pencapaian rendah agar mereka memiliki motivasi belajar yang baik. Disamping beberapa petunjuk cara membangkitkan motivasi belajar diatas, adakalanya motivasi itu juga dapat dibangkitkan dengan cara-cara lain yang sifatnya negatif seperti memberikan hukuman, teguran dan kecaman, memberikan tugas yang sedikit berat dan menantang (Sanjaya, 2009:31). Namun, teknik-teknik semacam itu hanya bisa digunakan dalam kasus tertentu. Beberapa ahli mengatakan dengan mmemmbangkitkan motivasi dengan cara-cara negatif lebih banyak merugikan siswa. Untuk itulah seandainya masih bisa dengan cara-cara yang positif, sebaiknya membangkitkakn motivasi dengan cara negatif dihindar i. Anni, Catharina T. dkk..2006. Psikologi Belajar . Semarang. Djamarah, S. B, dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar-Mengajar (Edisi Revisi). Jakarta PT Rineka Cipta

Comments